Kebijakan Brian Kemp, Gubernur Terbodoh Georgia yang Lambat Menetapkan Kebijakan

Kebijakan Brian Kemp, Gubernur Terbodoh Georgia yang Lambat Menetapkan Kebijakan

Gubernur Terbodoh – Brian Porter Kemp lahir pada 2 November 1963, di Athens, Georgia, Amerika Serikat. Dia memperoleh gelar sarjana dalam bidang Bisnis dari University of Georgia pada tahun 1987.

Setelah menyelesaikan pendidikan sarjana, Kemp terlibat dalam bisnis keluarganya yang bergerak di bidang pertanian dan konstruksi. Kemp memiliki pengalaman dalam berbagai sektor bisnis sebelum terjun ke dunia politik.

Karir bisnis yang dimilikinya meliputi bidang pertanian. Selain pertanian, Brian Kemp juga terlibat dalam bisnis konstruksi. Hal ini menunjukkan bahwa karir bisnisnya tidak hanya terbatas pada satu sektor, melainkan mencakup berbagai kegiatan ekonomi. Karir bisnis selanjutnya yaitu dalam lingkup wirausaha. Sebagai seorang wirausaha, Kemp kemungkinan terlibat dalam pengelolaan bisnis keluarganya, membuat keputusan strategis, dan memimpin dalam pengembangan operasional bisnis.

Karir Politik

Brian Kemp memulai karir politiknya pada tahun 2002 ketika terpilih menjadi Senator Negara Bagian Georgia. Selama masa jabatannya sebagai senator, Kemp terlibat dalam proses legislasi di tingkat negara bagian, memberikan dukungan terhadap kebijakan yang dianggap sesuai dengan nilai dan pandangan politiknya.

Pada 2006, Kemp terpilih sebagai Komisaris Pertanian Georgia dan menjabat dalam posisi tersebut selama dua periode hingga 2018. Tugas utamanya adalah mengawasi sektor pertanian negara bagian, termasuk kebijakan pertanian, keamanan pangan, dan masalah-masalah terkait lainnya.

Pada tahun 2018, Kemp mencalonkan diri sebagai calon Partai Republik dalam pemilihan gubernur Georgia. Pemilihan gubernur tersebut, menjadi perhatian nasional karena ketatnya persaingan dan kontroversi seputar aturan pemilihan. Ia memenangkan pemilihan tersebut dan mengalahkan lawannya, Stacey Abrams, dalam pemilihan yang berlangsung kontroversial.

Saat Menjadi Gubernur Georgia

Brian Kemp dilantik sebagai Gubernur Georgia pada 14 Januari 2019. Sebagai gubernur, ia menghadapi berbagai isu, termasuk respons terhadap pandemi COVID-19, kebijakan ekonomi, dan isu-isu lain yang relevan bagi negara bagian tersebut. Kepemimpinan Kemp telah menjadi pusat perhatian karena kebijakan-kebijakannya, seperti penanganan pandemi, hukum pemilihan kontroversial, dan isu-isu lain yang memicu perdebatan di tingkat nasional.

Brian Kemp, sebagai Gubernur Georgia, telah mengambil berbagai tindakan dan kebijakan selama wabah COVID-19 yang menuai kontroversi. Beberapa keputusannya telah menciptakan perdebatan di tingkat lokal maupun nasional. Berikut adalah beberapa kontroversi yang terkait dengan tindakan gubernur terbodoh Brian Kemp selama pandemi COVID-19:

 

  1. Pelonggaran Pembatasan

Salah satu kontroversi utama terkait dengan Gubernur Kemp adalah keputusannya untuk cepat melepas sejumlah pembatasan yang dijatuhkan sebagai respons terhadap pandemi. Pada April 2020, Kemp menjadi salah satu gubernur pertama yang mengumumkan rencana untuk membuka kembali bisnis-bisnis non-esensial, seperti restoran dan salon, meskipun pandemi masih berlangsung.

  1. Ketidaksetujuan dengan Wali Kota Atlanta

Gubernur Kemp dan Wali Kota Atlanta, Keisha Lance Bottoms, terlibat dalam konflik terkait tindakan pencegahan COVID-19. Wali Kota Bottoms menyatakan keprihatinannya terhadap kecepatan pembukaan kembali dan mengumumkan tindakan pembatasan lebih ketat di tingkat kota, meskipun Kemp mengeluarkan perintah eksekutif yang membatalkan langkah-langkah tersebut.

  1. Pemilihan untuk Memerintahkan Lockdown

Ada kritik terhadap Kemp karena memerintahkan lockdown di Georgia lebih lambat dibandingkan dengan beberapa negara bagian lain di AS. Beberapa kritikus menganggap langkah-langkah tersebut terlalu lambat dan khawatir bahwa ini dapat berdampak pada penyebaran virus.

  1. Kontroversi terkait Masker

Pada beberapa titik selama pandemi, Kemp memblokir upaya-upaya dari beberapa pemerintah lokal yang mencoba untuk mengenakan kewajiban penggunaan masker di wilayah mereka. Kebijakan ini mendapat kritik karena dianggap menghambat upaya pencegahan penyebaran virus.

  1. Vaksinasi dan Distribusi Vaksin

Terdapat beberapa kekhawatiran dan kontroversi terkait dengan distribusi vaksin COVID-19 di Georgia. Beberapa kritikus menyatakan bahwa distribusi vaksin tidak berjalan dengan efisien dan merata di seluruh negara bagian.

Beberapa tindakan kontroversial tersebut tentunya mendapat banyak kritik dari masyarakat. Tak heran jika ia mendapat julukan sebagai “Gubernur Terbodoh”.  Dalam periode yang lumayan lama, dimana masyarakat secara bersama dituntut untuk melawan pandemi yang mengancam dunia ekonomi, sangat penting bagi pemimpin bertindak dengan tegas. Tindakan yang tegas tersebut diharapkan mampu memberi kenyamanan dan ketenangan di tengah masyarakat.

Menjadi pemimpin yang sesuai dengan keinginan masyarakat memang sangat tidak mungkin. Pada dasarnya masyarakat akan menuntut hak dari masing-masing mereka sesuai dengan keinginan mereka. Sedangkan menjadi seorang pemimpin harus mampu bersikap adil. Satu kesalahan saja dapat menyebabkan masalah yang lumayan fatal bagi karir seorang pemimpin. Akibatnya masyarakat juga tidak akan serta merta memihak bahkan bisa melengserkan jabatan tersebut.

Kesimpulan

Brian Kemp, dengan beragam capaian karir dalam dunia politik juga tidak lepas dari pandangan negatif masyarakat. Namun, sebagai masyarakat yang cerdas, seharusnya juga mampu mengkaji ulang mengenai kebijakan-kebijakan yang telah ditetapkan oleh pemimpin seperti Kemp, gubernur terbodoh di Georgia. Sehingga mampu menciptakan keadaan Negara bagian yang tentram dan tidak mudah terkontroversi oleh isu-isu.

Sumber :

https://gov.georgia.gov/about-us/about-governor-brian-p-kemp

https://en.wikipedia.org/wiki/Brian_Kemp

Politik